Skripsi “Remisi Koruptor Indonesia” tembus Jurnal Internasional terindeks Scopus Q3

Priandina Rizki Rahayu Mahasiswi Priandina Rizki Rahayu. Foto Dokumen UPS
Skripsi remisi koruptor Indonesia tembus jurnal internasional terindeks Scopus Q3, IJAST yang terbit di Australia. Skripsi mahasiswa berjudul ‘Dampak Sosiologis Pemberian Remisi bagi Nara Pidana Korupsi di Indonesia’ merupakan karya lulusan terbaik Priandina Rizki Rahayu dari Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal (UPS) Jawa Tengah.

Tembusnya skripsi remisi koruptor Indonesia itu di jurnal internasional merupakan salah satu terobosan universitas tersebut.

Artikel skripsi tersebut berjudul ‘Impact of Giving Remissions for the Corruptor in Indonesia’ itu mengkaji dampak pemberian remisi bagi koruptor di Indonesia. Artikel itu merupakan ringkasan dari skripsi di atas.

Menurut skripsi ini, dampak pemberian remisi kepada koruptor tidak baik untuk pemberantasan korupsi di Indonesia.

Korupsi sebagai extraordinary crime tidak layak diberi remisi. Koruptor harus dipidana secara luar biasa pula seperti perbuatannya. Bisa melalui pemiskinan, kerja sosial, atau pun pidana lain yang dapat membuat malu sehingga masyarakat takut untuk melakukan korupsi. Hanya saja, pemberian remisi dapat mengurangi over capacity Lembaga Pemasyarakatan.

Skripsi yang ditulis oleh lulusan terbaik Fakultas Hukum dengan IPK 3,92 tesebut di bawah bimbingan doktor Achmad Irwan Hamzani (Pembimbing 1) dan Kus Rizkianto (Pembimbing 2).

Menurut Irwan Hamzani, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum, selama kuliah dan menulis skripsi, Priandina Rizki tergolong memiliki tingkat ketekunan yang tinggi. Nilai Skripsinya juga maksimal, yaitu A.

Begitu juga ketika artikel dari skripsinya diproyeksikan bisa terpublikasi di Jurnal Internasional, Priandina Rizki serius dan mengikuti arahan khususnya untuk memperbanyak referensi dari junal berbahasa Inggris, mampu mengikuti dan memenuhi sesuai arahan.

One Scopus One Lectuter (OSOL)
Setelah mengantongi Akreditasi A, beberapa terobosan dilakukan Fakultas Hukum UPS, salah satunya menyeleksi artikel dari skripsi untuk diterbitkan di Jurnal Internasional Bereputasi. Umumnya Jurnal Internasional Bereputasi Terindeks Scopus diperuntukkan untuk persyaratan meraih Gelar Doktor (S3), juga untuk persyaratan pengajuan Profesor.

Ketika dari mahasiswa S1 berhasil tembus Scopus, tentu kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Hukum, yang mampu menunjukkan kemampuan publikasinya.

Selain menerbitkan artikel-artikel dari skripsi dalam Jurnal Ilmiah, juga memilih beberapa skripsi yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan menjadi buku, dan mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual.

Menurut Dekan Fakultas Hukum, ditargetkan minimal 5 persen dari skripsi-skripsi yang ditulis mahasiswa setiap periodenya dapat diterbitkan menjadi buku.

Kriterianya, temanya menarik dan aktual, jumlah halaman minimal 100, dan bebas dari plagiat yang dibuktikan dengan hasil cek plagiasi.

Terobosan-terobosan tersebut sekaligus memperkuat program Fakultas Hukum yang saat ini memiliki perhatian besar terhadap publikasi ilmiah. Bahkan di kalangan dosen Fakultas Hukum, ditargetkan One Scopus One Lectuter (OSOL) setiap tahunnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *