GAGASAN: Pandemi Covid-19 Berujung Resesi Oleh: Isna Aisyah, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal

GAGASAN

Pandemi Covid-19 Berujung Resesi

Oleh: Isna Aisyah, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal

Masyarakat masih disajikan informasi mengenai perkembangan wabah penyakit COVID-19 yang disebabkan karena virus corona yang belum terselesaikan hingga saat ini. Sifat virus corona yang mudah berkembang biak dan mudah sekali menyebar membuat kekhawatiran seluruh negara didunia.

Virus ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia.tidak ada negara yang siap untuk menghadapinya,baik negara yang memiliki tingkat kemajuan yang tinggi maupun negara yang memiliki tingkat kemajuan yang masih rendah ,semuanya turut kesusahan dalam menangani kasus pandemi covid-19.

krisis kesehatan di masa pandemi memicu krisis ekonomi. setiap negara sigap dalam merespon pandemi Covid-19 baik pada persoalan kesehatan dalam menuntaskan wabah penyakit covid-19 maupun dalam persoalan ekonomi agar ekonomi tidak mati dan memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat agar mengangkat atau setidaknya meletakan masyarakat pada situasi yang tidak terpuruk sehingga masih bisa bertahan ditengah pandemi covid-19.

sejak pandemi covid-19 pemerintah telah banyak mengambil keputusan untuk membuat peraturan dan memberlakukan kebijakan yang bertujuan untuk menekan penyebaran virus corona,seperti diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar(PSBB) dan kebijakan work form home yang berapa persenya masih dijalankan hingga saat ini.

namun kebijakan yang telah diterapkan semenjak pandemi covid-19 mengakibatkan ketahanan ekonomi goyah,karena terjadi penurunan secara simultan pada setiap aktivitas di sektor ekonomi.penerapan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah membawa konsekuensi pada perlambatan pertumbuhan ekonomi suatu negara dan banyak negara yang pada akhirrnya berujung pada zona resesi.

Mengutip dari Wikipedia, resesi diartikan sebagai kondisi di mana produk domestik bruto (GDP) mengalami penurunan atau pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal secara berturut-turut atau lebih dari satu tahun. Dengan melihat Realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2020 yang telah tercatat Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen (year on year/yoy) menjadi penanda Indonesia resmi menjadi salah satu negara yang masuk kejurang resesi di masa pandemi covid-19.

Resesi tidak bisa dihindari meskipun pertumbuhan ekonomi indonesia dikatakan telah lebih baik dibandingkan pada kuartal II-2020, namun pertumbuhan ekonomi pada kuartal III terlihat masih mengalami kontraksi. faktor penyebab utama yang dinilai mengakibatkan pertumbuhan ekonomi indonesia pada kuartal III masih tumbuh negatif yaitu masih melemahnya konsumsi rumah tangga.

konsumsi rumah tangga merupakan salah satu motor penggerak perekonomian domestik.di masa pandemi covid-19 banyak aktivitas yang sebagian terhenti ataupun dikurangi sehingga membawa perubahan baru yang berdampak pada komponen konsumsi. Dalam struktur ekonomi nasional,badan pusat statistik(BPS) mencatat pembentuk pendapatan nasional berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 56% , investasi sebesar 32%,dan kosumsi pemerintah 8,75% (ekspor impor -0,5%).

Dengan melihat data yang demikian maka indonesia termasuk negara yang pertumbuhan ekonominya sebagian besar ditopang oleh konsumsi rumah tangga. kenapa bisa terjadi penurunan tingkat konsumsi di masa pandemi?Adanya pandemi covid-19 yang muncul secara mendadak dan dalam skala yang masif memberikan dampak bagi banyak sektor salah satunya sektor ketenagakerjaan.

keseriusan pemerintah dalam menangani penyebaran virus covid-19 mengakibatkan permasalahan ekonomi terjadi.kebijakan pemerintah yang diterapkan pada saat pandemi covid-19 membawa dampak berantai/ multiplier effect negatif bagi pertumbuhan ekonomi.kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk mengurangi dan membatasi aktivitas diluar ruangan sangat mempengaruhi bidang usaha khususnya pada sektor informal yang pada akhirnya banyak yang berhenti beroperasi.Daya beli masyarakat juga mengalami penurunan karena banyak masyarakat yang lebih memilih tetap dirumah untuk melindungi kesehatan diri sehingga berimbas pada melamahnya tingkat konsumsi.

secara lebih lanjut mengurangnya permintaan konsumsi masyarakat diimbangi dengan penurunan tingkat produksi.dengan demikian maka terjadi penurunan ekonomi bahkan sampai merugi yang dirasakan oleh para pelaku usaha.Dengan terpaksa banyak pelaku usaha mengambil tindakan ditengah pandemi covid-19 baik melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dengan cara lain seperti pemotongan gaji karyawan hingga pemberlakuan cuti diluar tanggungan/ unpaid leave. Timbulnya gelombang pemutusan hubungan kerja ditengah pandemi covid-19 turut melonjaknya jumlah pengangguran dan kemiskinan.

Di sisi lain penyerapan tenaga kerja tampaknya juga akan mengalami penurunan.pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap pendapatan masyarakat Indonesia,karena hampir semua orang merasakan penurunan pendapatan sehingga menyebabkan perubahan pola perilaku masyarakat dalam mengonsumsi seperti menentukan prioritas pilihan produk sebelum membeli.sampai sekarang ini masih banyak masyarakat yang menahan uang dengan membatasi konsumsi untuk mengantisipasi diri dari kejadian yang tidak terduga dikemudian hari.bisa ditelusuri jika melemahnya tingkat kosumsi yang membuat indonesia sampai masuk kejurang resesi dipengaruhi karena melonjaknya angka pengangguran serta kemiskinan di masa pandemi covid-19.

Meskipun sekarang ini telah diadakan pelonggaran PSBB untuk bergeraknya sebuah ekonomi akan tetapi pembengkakan angka pengangguran dan kemiskinan masih menyelimuti.Tentu hal ini menjadi faktor krusial dalam proses pemulihan ekonomi.pemerintah telah berupaya untuk mengurangi angka pengangguran dengan mengalokasikan sejumlah anggaran sebagai program dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Setelah diimplementasikan penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional cendurung meningkat namun aktivitas perekonomian cenderung belum pulih signifikan,karena anggaran belum sepenuhnya digunakan untuk produksi dan juga konsumsi.

Oleh: Isna Aisyah, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal*(Bagian 1 dari 2 Tulisan)

Pandemi Covid-19 Berujung Resesi | Baladena.ID

baladena.idPandemi Covid-19 Berujung Resesi | Baladena.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *