Cermat dalam Mengisi BBM Agar Tidak Dicurangi Oleh: Gaga Desga Griandana, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal

Cermat dalam Mengisi BBM Agar Tidak Dicurangi

Oleh: Gaga Desga Griandana, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal

BBM (Bahan Bakar Minyak), mungkin semua orang mengenalnya. Setidaknya yang mengenal lebih banyak dibandingkan yang tidak mengenal. BBM ada di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, BBM dijual di seluruh wilayah Indonesia.

Pengelola BBM di Indonesia di antaranya Pertamina. Selain Pertamina, ada juga SHELL yang berasal dari Belanda. Di balik perusahaan yang besar ini ada juga kejahatan atau kecurangan dari pihak pegawai BBM. Kasus kecurangan dalam pengisian BBM oleh pegawai sering terjadi. Apakah mungkin pengisian BBM di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang menggunakan mesin pengukur terjadi kecurangan?

Kecurangan dengan modus pengurungan isian BBM dapat ditelusuri dengan mudah lewat google, youtube, dan sebagainya. Sebagai contoh, baru baru-baru seorang konsumen BBM mengungkapkan kecurangan pengisian BBM di mesin di sebuah SPBU daerah Jatake, Jatiluwung Tanggerang. Ternyata mesin pengisian BBM dapat diubah nominal liternya dengan memenfaatkan kelengahan konsumen. Tentu saja dengan motif agar dapat meraup untung.

Diungkapkan bahwa ada seorang membeli Premium Rp 50.000, diisi cuma Rp 45.000. Awalnya dia percaya saja kilometernya karena terlihat dari samping. Tetapi kemudian curiga, dan dijawab oleh pegawainya bahwa mesinya “error”. Belakanga diberitakan bahwa oknum pegawai SPBU nakal tersebut telah dipecat dan dipidanakan.

Kasus kecurangan pengisian BBM oleh oknum juga terjadi di SPBU Condet Bogor. Salah seorang konsumen curiga karena seharusnya mobilnya hanya mampu menampung BBM sampai 60 liter, namun saat diisi mencapai 73 liter. Kasus tersebut langsung dicek oleh pihak Pertamina bersama Lembaga Metrology.

Dari kejadian tersebut masyarakat konsumen perlu cermat dalam mengisi BBM di SPBU. Konsumen perlu memperhatikan nominal harga di mesin SPBU, dan memastikan bahwa petugas menyetal nominal dari angka 0 (nol) hingga selesai. Sebab, ada modus juga bahwa kecurangan tidak dari 0 (nol), tetapi oknum dapat mencurangi konsumen dengan cara nominal mesin awal nol tapi setelah 3 detik terjadi loncatan nominal harga saat konsumen lengah.

Selain itu, perlu juga cermat terhadap kapasitas tangki kendaraan dalam memuat BBM agar bisa tahu seberapa banyak BBM yang masuk ke kendaraan. Harus dipahami bahwa kapasitas tengki BBM di kendaraan merupakan cara kedua untuk memastikan tidak ada kecurangan di SPBU. Memang agak sulit memahami kapasitas langsung di tangki mesin kendaraan. Misalnya speda motor, jika hanya mengandalkan indikator bensin atau melihat satu balok belum tentu 2 liter bensin karena posisi kendaraan umumnya miring.

Kecurangan yang dilakukan oleh oknum pegawai SPBU sebebarnya dapat difoto atau direkam. Sayangnya, kamera dilarang digunakan di SPBU. Alasan pelarangan adalah karena saat pengendara mengisi BBM, saat itu juga muncul area yang beruap (benzena) di sekitar tangki pengisian. Uap itu mudah terbakar jika ada seseorang memakai kamera. Flash di kamera dapat menimbulkan kebakaran / gesekan energi kamera saat memancarkan flash dan bergesek dengan uap BBM saat sedang pengisian.

Padahal dilarangnya memakai kamera karena flash justru bisa memberi kesempatan para oknum agar selalu terhindar dari pantauan konsumen yang bisa untuk bukti jika oknum ketahuan curang.

Oleh karena itu, di samping masyarakat sebagai konsumen harus cermat saat pengisian BBM, sidak ke SPBU oleh pihak yang berwenang perlu diadakan secara rutin. Sebab, perilaku curang sebenarnya tidak akan habis akal untuk terus bertindak.

*Dikutip dari berbagai sumber.

Oleh: Gaga Desga Griandana, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal

https://baladena.id/cermat-dalam-mengisi-bbm-agar-tidak…/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *